October 9, 2018

Akan International Crane Center

AKAN INTERNATIONAL CRANE CENTER

Sebuah surga konservasi bagi unggas langka khas negeri sakura yaitu  bangau mahkota merah atau dalam bahasa Jepang disebut Tanchou. Keanggunan kawanan burung ini pada musim dingin telah membuat wisatawan mancanegara berbondong-bondong mampir ke kota kecil ini. Konon, Tanchou dipercaya sebagai symbol keberuntungan, bahkan masyarakat lokal menyebutnya sebagai para dewa pelindung kawasan rawa di selatan Hokkaido ini. Pada awal abad ke 20 keberadaannya dalam ambang kepunahan. Pada bulan Januari tahun 1950 yang sangat dingin, seorang petani bernama Sadajiro Yamazaki secara sukarela menebar jagung kering di ladangnya untuk kawanan burung bangau ini dan semenjak itu mereka mampir secara teratur menikmati makanan yang sangat sulit pada musim dingin. Pada tahun 1952 badai salju berulang kali menerpa kawasan ini membuat kawanan burung ini semakin sulit mendapatkan makanan, tapi rupanya langkah  tuan Yamazaki diikuti oleh penduduk lainnya untuk memberikan asupan jagung bagi mereka  secara konsisten, sehingga kota Akan dikenal dengan tradisi memberi makanan burung Tanchou di musim dingin. Seiring waktu pemerintah mendirikan AKAN INTERNATIONAL CRANE CENTER untuk masyarakat supaya lebih mengenal profil burung Tanchou melalui pengetahuan biologi, penayangan audio visual dan ruang pamer. (sumber: alljapantours)